Imam Syafi’i berkata,
“Apabila seseorang tidak menemuimu kecuali dengan terpaksa, maka tinggalkanlah dan jangan terlalu bersedih karena kehilangan dirinya, karena di tengah masyarakat masih banyak penggantinya. Dengan meninggalkannya, engkau akan merasa tenang, dan dalam hati masih ada kesabaran terhadap sang kekasih meski ia berjauhan.
Ketahuilah bahwa tidak semua orang yang engkau cintai hatinya mencintaimu. Tidak semua orang yang engkau ramahi bersikap ramah kepadamu. Jika kejernihan cinta tidak menjadi tabiat, maka tidak ada kebaikan pada sikap ramah yang dipaksakan. Tidak ada kebaikan pada diri kekasih yang mengkhianati kekasihnya, dan setelah itu membalas cinta dengan keangkuhan. Mengingkari hidup yang pernah dijalani bersama. Menampakkan rahasia yang dahulu tersembunyi. Selamat tinggal dunia jika di atasnya tidak ada lagi seorang teman yang tulus, menepati janji dan bersikap jujur.”
“Apabila seseorang tidak menemuimu kecuali dengan terpaksa, maka tinggalkanlah dan jangan terlalu bersedih karena kehilangan dirinya, karena di tengah masyarakat masih banyak penggantinya. Dengan meninggalkannya, engkau akan merasa tenang, dan dalam hati masih ada kesabaran terhadap sang kekasih meski ia berjauhan.
Ketahuilah bahwa tidak semua orang yang engkau cintai hatinya mencintaimu. Tidak semua orang yang engkau ramahi bersikap ramah kepadamu. Jika kejernihan cinta tidak menjadi tabiat, maka tidak ada kebaikan pada sikap ramah yang dipaksakan. Tidak ada kebaikan pada diri kekasih yang mengkhianati kekasihnya, dan setelah itu membalas cinta dengan keangkuhan. Mengingkari hidup yang pernah dijalani bersama. Menampakkan rahasia yang dahulu tersembunyi. Selamat tinggal dunia jika di atasnya tidak ada lagi seorang teman yang tulus, menepati janji dan bersikap jujur.”
Komentar
Posting Komentar